Asal mula tampilan wilayah yang kini menjadi daerah Kabupaten Blitar, yang
paling tua tercatat dalam prasasti Kinewu dipahatkan pada belakang arca
Ganesa dari abab X. Prasasti itu memberikan petunjuk bahwa wilayah
Kabupaten Blitar, merupakan bagian dari kerajaan Balitung yang berpusat
di Jawa Tengah.
Ketika pusat Pemerintah pindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur
sekitar abad ke-X, sejarah daerah Kabupaten Blitar dapat diketahui
berdasarkan prasasti-prasasti yang dikeluarkan oleh raja-raja dinasti
Isana. Selama Pemerintahan raja-raja ini berlangsung diantarannya awal
abad ke-X sampai dengan akhir abad ke-XII, beberapa tempat yang sekarang
termasuk Wilyah Kabupaten Blitar disebut dalam prasasti-prasasti
Pandelegan I 1117, Panumbangan I 1120, Geneng I 1128, Talang 1136, Japun
1144, Pandelegan II 1159, Mleri 1169, Jaring 1181, Semanding 1182,
Palah 1197, Subhasita 1198, Mleri I 1198 dan Tuliskriyo 1202.
Ketika kerajaan Singasari berkembang ada beberapa prasasti yang
berhubungan dengan daerah Kabupaten Blitar sekarang. Prasasti tersebut
dikeluarkan pada masa Pemerintahan Raja Kartanegara (1268-1292) yang
dikenal dengan prasasti Petung Ombo 1260 M. beberapa peningalan
purbakala yang berasal dari zaman Singasari seperti: patung Ganesa dari
Boro dan Candi Sawentar membuktikan bahwa semasa Pemerintahan raja-raja
Singasari, daerah Kabupaten Blitar telah memegang peranan yang penting.
Pada zaman majapahit kedudukan daerah Kabupaten Blitar menjadi
sangat penting. Hal itu terbukti dengan adanya candi Kotes yang
didirikan pada masa Pemerintahan Pendiri Kerajaan Majapahit yaitu
Nararya Wijaya atau Kerta Rajasa Jayawardana (1294-1309). Candi makam
raja itu terletak di desa Sumberjati dukuh Simping Kecamatan
Suruhwadang.
Saat yang sangat penting bagi pertumbuhan sejarah Kabupaten Blitar
dewasa ini terdapat pada masa Pemerintahan Raja Jayanegara (1309-1328).
Salah satu prasastinya ditemukan di desa Blitar sekarang. Prasasti
tersebut dikenal dengan prasasti Blitar I yang bertarikah “Swasti
sakawarsatita 1246 Srawanamasa tithi pancadasi Suklapaksa wu para wara
….” atau 5 Agustus 1324 Masehi. Prasasti ini memuat saat berdirinya
Blitar sebagai daerah Swatantra.
Masa-masa pemerintahan Raja-raja Majapahut kemudian, nama Blitar
berkali-kali disebutkan dalam kitab nagarakertagama yang ditulis Empu Prapanca. Naskah ini selesai ditulis bertepatan dengan 1
Oktober 1363 M. Blitar dan tempat-tempat lain telah dikunjungi oleh raja
Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajahmada dalam rangka perjalanan Raja Hayam
Wuruk ke Wilayah Jawa Timur yang dimulai pada Tahun 1357 M.
Beberapa peningalan yang berupa candi membuktikan bahwa sepanjang
abad XIV hingga akhir abad XV kedudukan Blitar semakin penting. Hal ini
terbukti dari adanya candi Penataran yang merupakan candi negara
sebagian besar berasal dari masa Pemerintahan Jayanegara hingga
Wikramawardhana (1389-1429). Peninggalan dari raja terakhir ini sekarang
terdapat di lereng Gunung Kelud yang sekarang dikenal dengan nama Candi
Gambar Wetan (1429M).
Maka berdasarkan uraian diatas diambil keputusan bahwa HARI LAHIR KABUPATEN BLITAR ialah 5 AGUSTUS 1324. (www.blitarkab.go.id)